Home Berita Habiburrahman El-Shirazy: Rasulullah Diutus untuk Tebarkan Cinta

Habiburrahman El-Shirazy: Rasulullah Diutus untuk Tebarkan Cinta

by superadmin

 Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) kabupaten Lamandau menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1438 H/2016, pada Sabtu (17/12/2016) malam.

Kegiatan yang rutin digelar tiap tahun tersebut, kali ini mengundang da’i kaliber nasional yang juga banyak dikenal sebagai seorang novelis islam yakni Ustadz H. Habiburrahman El Shirazy. Pria berkacamata kelahiran Semarang, Jawa Tengah, yang akrab disapa Kang Abik, tersebut hadir di tengah-tengah ratusan masyarakat kota Nanga Bulik, untuk mengisi ceramah pada peringatan Maulid Nabi yang dipusatkan di pelataran Kantor Kecamatan Bulik.

Tidak jauh dengan ciri khasnya yang senang dengan tema-tema soal Cinta, Kang Abik yang pamornya melejit melalui berbagai karya novel islami seperti ‘Ayat-Ayat Cinta’, ‘Ketika Cinta Bertasbih’ dan novel-novel hebat lainnya, juga berceramah dengan membawakan tema tentang Cinta.

Menurutnya, bentuk cinta sejati nan paripurna dan tiada bandingnya pada makhluq yang diciptakan Allah SWT adalah cinta yang dimiliki Rosulullah Muhammad SAW. Sebagaimana firman Allah bahwa Rosulullah diutus ke muka bumi tiada lain bertujuan untuk menebarkan rahmat ke semua alam, sebagaimana kalamullah ‘Wamaa Arsalnaaka Illaa Rahmatan Lil-Aalamin’.

“Dimana, arti kata ‘rahmat’ menurut pemaknaannya bukan semata-mata cinta biasa seperti halnya arti kata ‘hubb’ (cinta) dalam bahasa Arab. Rahmat dalam pemaknaannya merupakan bentuk cinta dengan level paling tinggi dan tiada bandingnya. Kata ‘rahmat’ juga umumnya hanya disandangkan pada sifat Tuhan (Allah) yakni Arrahman dan Arrahim,” terangnya.

Selebihnya, Kang Abik juga menjelaskan, salahsatu tanda dari Cinta (rahmat) yang dimiliki Rosullullah yang harus diteladani ummatnya adalah dapat mencintai siapapun, baik kepada yang balik mencintainya atau bahkan kepada yang membencinya.

“Contoh, Rosulullah senantiasa berdakwah dengan sangat ramah dan sabar. Bahkan Rosulullah tidak pernah mendoakan umatnya celaka sekalipun ummatnya itu membencinya. Seperti halnya saat Rosul berdakwah di Tha’if, dimana beliau malah dilempari dan dicaci maki. Tapi apa yang terjadi, beliau justru sangat bersabar dan malah mendoakan hal yang baik dengan melafalkan do’a ‘Allahumahdii Qoumi, Fainnahum Laa Ya’lamuun,” bebernya.

Itu Artinya, sambung Kang Abik, pada dasarnya arti kata Cinta menurut Islam itu sangatlah suci dan berlevel tinggi. Begitupun dakwah yang benar adalah dakwah yang dilakukan dengan metode yang tepat dan dengan cara yang ramah. Karena Islam sebagaimana dicontohkan Rosulullah itu identik dengan agama yang sangat Ramah, bukan agama yang penuh dengan marah dan amarah.
Sumber : Borneonews

Related Articles

Leave a Comment